I’m just a newcomer mother =)

Alhamdulillah..aku sudah menjadi seorang ibu. 10 bulan usia putraku sekarang, berarti sudah 10 bulan ini aku lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Yup I’m a stay at home mom…insya Allah posisi ini aku pilih untuk kebaikan keluarga kecil kami. Kenapa aku memilih untuk menjadi ibu rumah tangga?

Alasan pertama adalah aku ingin merawat anak dengan tanganku sendiri..yah walau pada kenyataannya gak bisa 100% aku pegang semua (karena aku kan jg butuh mandi, makan, dll yg gak bisa diganggu gugat). Tapi untuk kebutuhan dasar anak seperti ngasih makan, mandiin, nyusuin, mendidik itu semua tanggung jawabku. Aku percaya, megang anak sendiri pasti beda hasilnya dengan dipegang orang lain. Ada hal2 yg ingin aku tanamkan sedari kecil untuk anakku seperti pendidikan agama (belajar bareng2 ya nak, ibumu jg masih byk belajar), kasih sayang keluarga, terutama hal2 yg kasat mata seperti moral, kpercayaan diri dan kontak batin antara anak dan orang tua. Lagi pula aku pikir kalo bukan saat ini merawat anak, kapan lagi? Karena gak lama anak kita bakal gede, tau2 udah gak mau dicium, udah lebih suka bareng temen2nya dibanding kita, udah sekolah jauh, kerja sibuk, merit, sudah. Aku pengen puas2in dulu deh sekarang nyuapin anak hehehe… Tapi walau begitu aku tetap menghargai seorang ibu yang bekerja fulltime. Aku tahu itu tidak gampang, harus tetep jadi ibu yg oke dirumah dan seorang profesional di kantor. Belom lagi kalo pas meeting tiba2 di telepon krn anak sakit huaa..rasanya pasti dilemma bgt ya, makanya aku salut bgt sama mereka. Aku sadar tiap orang berada dalam kondisi yang berbeda dan kita semua punya alasan mengapa kita memilih untuk menjadi ibu seperti apa kita ini.

Alasan kedua…aku males kantoran :p hehehe…mikirin berapa byk waktu yg harus kuhabiskan di jalan, macet2an, tiap hari dan jauh dari anak. Solusinya (karena sbg perempuan tetep aja gemes ya kalo ga pegang uang sendiri :p) aku kerja freelance illustrator sesuai kemampuanku dan sesuai dengan background pendidikanku: seni rupa. Tapi porsi kerjanya kecil aja..gak kepegang kalo banyak2 hehehe

Alasan ketiga…suamiku sangat mendukung keputusanku J sebenernya itu juga harapan dia.

Seperti kataku tadi, ini semua pilihan kita ingin menjadi ibu yang seperti apa. Tapi di beberapa kasus mungkin ada jg yg berada dlm kondisi ‘tidak ada pilihan’. Seorang ibu yang harus bekerja karena dialah tulang punggung keluarga, atau seorang ibu yang ‘terpaksa’ jadi ibu rumah tangga karena mungkin suaminya diktator :p. Yang pasti kita harus menjalani pilihan kita itu dengan segenap hati dan tenaga, karena katanya mendidik anak itu seperti berinvestasi, seperti apa kita menanam seperti itulah kita akan menikmati hasilnya nanti. Karena menjadi seorang ibu adalah sebuah anugerah, kebahagiaan, sekaligus tanggung jawab besar.

Bismillah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s