Tips atasi mual-muntah saat hamil

Mual muntah umum terjadi di trimester I. Disebut juga morning sickness atau emesis gravidarum. Ditandai dengan munculnya rasa mual berlebihan yang kemudian menyebabkan ibu tak mampu melawan rasa mual tersebut, lalu dimuntahkan.

Penyebab

Mual pada masa awal ibu berbadan dua terjadi akibat perubahan hormon estrogen dan progesteron yang meningkat selama kehamilan dan memengaruhi fungsi organ-organ di tubuh, termasuk fungsi lambung. Produksi asam lambung yang meningkatlah yang memicu timbulnya perasaan mual dan kerap dibarengi muntah. Jadi, mual muntah di saat ini bisa dikatakan sebagai gejala yang normal.

Dampak ke janin

Tidak ada. Justru sebagian besar para ahli kebidanan dan kandungan percaya, mual muntah adalah mekanisme alam untuk melindungi janin. Kenapa? Ingat bahwa tiga bulan pertama setiap kehamilan adalah masa rawan pembentukan organ-organ janin. Agar supaya pembentukan ini tidak terganggu oleh makanan yang beracun atau dapat mengganggu pertumbuhan janin, tmaka ibu perlu menjauh dari makanan untuk sementara waktu.

Mual muntah yang berlebihan pun sebenarnya tetap tidak akan mengganggu janin. Alam sudah “memprogram” hingga usia kandungan 5 bulan, janin masih menjadi “parasit” ibunya. Artinya, zat gizi tersisa dan cadangan lemak yang masih ada di tubuh sang bunda, tetap bisa dikonsumsi sebagai asupan bagi janin. Pemberian infus bagi ibu, dimaksudkan untuk memperkuat daya tahan ibu, mengingat ia sedang mengandung dan gizi yang tersisa di tubuhnya sudah diambil oleh janin.

Solusi

Pada morning sickness yang umum, ibu hamil tetap diminta mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Hanya saja, untuk menghindari mual muntah, dianjurkan mengonsumsi dalam jumlah sedikit, tapi sering. Pengobatan alami juga dianjurkan seperti minum air rebusan jahe dan seduhan teh kamomil yang dapat mengurangi rasa mual. Jangan minum air jeruk, karena rasa asamnya dapat meningkatkan asam di lambung yang justru memacu rasa mual. Memasuki trimester II, mual muntah ini akan hilang dengan sendirinya.

Beri perhatian lebih pada hiperemesis gravidarum. Mual muntah berlebihan membuat ibu mengalami kekurangan cairan, elektrolit, dan cairan kalori dalam bentuk karbohidrat atau protein. Biasanya juga disertai dengan asam lambung yang meningkat. Pada kasus ini, ibu harus dirawat di rumah sakit agar mendapat cairan infus sebagai asupan makanan. Juga akan diberi obat-obatan antimual dan antimuntah (yang aman untuk ibu hamil) untuk memperbaiki asam lambungnya.

sumber

Tambahan : Kalau buat saya poin paling manjur adalah sering makan dengan porsi kecil. Hal ini mungkin tidak menghilangkan rasa mual, tapi sangat ampuh mencegah muntah. Seringnya muntah dan mual hebat terjadi saat kondisi perut kita kosong. Saat masa2 puncak rasa mual saya bisa makan nasi (dgn lauk yang tidak bikin eneg : sayur bening, tahu, tempe) tiap 2 jam, dan makan cemilan (roti/ kue bolu/ kacang2an/buah) tiap jam. Memang melelahkan sekali masa ini, tapi harus tetap semangat moms! demi sang calon baby dan insya Allah pahalanya luar biasa :)

About these ads

One thought on “Tips atasi mual-muntah saat hamil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s