Persiapan untuk ibu yang akan menyusui

Beberapa hari yang lalu sepupu saya baru saja melahirkan anak pertamanya. Dia ingin sekali menyusui bayinya tapi dia memiliki beberapa kendala, salah satunya bentuk puting yang masuk kedalam. Dengan kondisi seperti itupun sebenarnya dia masih tetap bisa menyusui bayinya, hanya mungkin butuh treatment dan kesabaran ekstra.

Sepulangnya sepupu saya dari RS bersalin, saya mengunjunginya. Ternyata kondisinya cukup memprihatinkan, habis operasi cesar, payudara bengkak, puting lecet, bayi belum bisa menghisap, air susu belum keluar. Tapi sepupu saya tsb keukeuh ingin tetap menyusui walaupun bingung harus bagaimana. Saya yang salut dan kasihan melihat kondisinya langsung refleks membagi pengalaman dan praktek yang saya bisa.

Ternyata saluran susu di puting masih terhambat, jadi air susu yang sudah diproduksi besar2an tsb tidak bisa mengalir keluar (untungnya dia belum sampai demam). Selama masa hamil menjelang melahirkan ternyata dia tidak pernah melakukan massage atau membersihkan saluran susu di puting. Ternyata lagi, selama di RS para suster hanya memberikan semacam alat suntik (tanpa jarum) yg digunakan utk menarik putingnya, alhasil lecetlah puting tanpa ada susu yg keluar.

Saat itu juga saya langsung massage payudaranya dgn baby oil, kompres air hangat dan saya perah dengan menggunakan tangan. Karena memerah menggunakan pompa saat itu hanya akan membuat luka di puting makin lebar. Sambil menahan sakit alhamdulillah lama kelamaan tetesan air susu mulai keluar dan masih berupa kolostrum (bening kekuningan). Bahagialah sepupu saya itu. Masalah selanjutnya masih menanti yaitu mulut anak yang tidak bisa menghisap puting (lolos terus). Dengan kesabaran dan ketabahan berusaha sambil dikejar jeritan bayi yg sudah meraung2 menahan haus lapar, akhirnya sang bayi bisa menghisap! walau cuma utk bbrp detik. Selanjutnya usaha terus sampai sang bayi bisa menyusu lebih lama. Namun sayangnya hal ini hanya berlangsung beberapa hari. Ibu dari sepupu saya ini rupanya kurang sabar mendengar tangisan cucunya yang kesusahan menyusu, akhirnya diberikanlah susu botol. Akhirnya sang bayi yang hampir bisa menyusu dengan benar lebih suka menyusu dengan dot, dan produksi ASI sepupu saya ini perlahan namun pasti jadi berkurang.

Dari pengalaman sepupu saya dan pengalaman saya sendiri, saya membuat catatan ‘Persiapan untuk ibu yang ingin menyusui bayinya’, sekedar catatan…semoga bisa bermanfaat.

Wahai calon ibu, siapkan:

1. Mental

Tekad bulat ibu untuk menyusui bayi harus ditanamkan didiri ibu, dengan niat yang kuat di awal insya Allah akan lebih mudah dalam menghadapi masalah kedepannya. Perbanyak pengetahuan tentang keutamaan ASI, tentang cara menyusui dsb. Sadari bahwa menyusui bukan hal yang mudah tapi BISA dilakukan.

2. Perawatan payudara pra-melahirkan (usia kehamilan 8 bulan keatas)

-  Massage payudara dengan baby oil atau minyak zaitun, kompress dengan air hangat kemudian air dingin

- Bersihkan pori2 yang menyumbat saluran susu dgn baby oil dan kapas

- tarik2 puting jika bentuk puting rata/kedalam, lakukan rutin misal saat mandi

Beberapa wanita, air susu (kolostrum) mulai keluar pada masa ini

3. Siapkan alat

- Salep untuk perawatan puting/ ketika lecet, contoh : kamillosan

- nipple puller untuk puting rata/ kedalam

- pompa ASI, disarankan ibu bisa melakukan pemerahan dgn tangan juga

- breast pad (wajib)

- bra menyusui (tidak wajib sih)

- nipple shield, untuk melindungi puting keltika lecet. Namun ada juga yang tidak menyarankan penggunaan nipple shield ini karena dikhawatirkan menghambat aliran susu.

4. Pengetahuan tentang struktur payudara dan produksi ASI

re-ilustrasi dari buku "menyusui", Erlangga 2004

Pengetahuan ini bisa menuntun kita dalam merawat payudara, melakukan massage dan memerah ASI dengan tangan

5. Ketahuilah : Proses pelekatan pada awal2 masa menyusui sangat penting

Pelekatan dan hisapan langsung mulut bayi pada puting ibu bermanfaat untuk mengecilkan rahim pasca melahirkan. Selain itu hisapan bayi adalah perangsang produksi ASI, selama bayi menghisap ASI akan terus diproduksi, insya Allah tidak akan kurang. Pada masa ini ibu dan bayi sama2 belajar, ibu belajar menyusui dan bayi belajar menghisap. Perhatikanlah bagaimana bayi anda berusaha keras mendapatkan puting, hargailah usahanya, jangan putus asa. Sejalan dengan waktu mulut bayi akan tumbuh (membesar) dan beradaptasi sehingga akhirnya dia bisa menguasai puting. Masa ini adalah masa tersulit dalam proses menyusui, terutama bagi yang memiliki puting rata/ kedalam. Tapi yakinlah! anda bisa melewati proses ini. Disini tekad kuat anda untuk menyusui benar2 diuji. Don’t give up moms!!!

6. Masalah paling sering : puting lecet

Jika puting lecet dan berdarah : tetap menyusui, tahan sakitnya (been there done that), olesi dengan ASI sebelum dan sesudah menyusui (obat alami) angin2kan sebentar. Jika masih lecet, gunakan salep (misal : kamillosan) setelah menyusui bayi. Jika sangat2 sakit dan luka bertambah lebar, gunakan 1 payudara yang tidak sakit untuk menyusui. Beri salep dan istirahatkan payudara yang lecet sampai luka sembuh sambil terus dipompa pada jam2 menyusui, berikan ASI perahan pada bayi (pompa air susu secara manual dengan tangan lebih baik karena tidak melukai puting). Berdasarkan pengalaman pribadi, saya pernah mengistirahatkan 1 payudara yang luka selama kurleb 4 hari. Setelah itu alhamdulillah luka sembuh dan bisa menyusui lagi dengan normal.

Semoga bermanfaat, jika lolos tahap awal menyusui, berikutnya ada tips lancar ASI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s